Skip to main content

Tugas Akhir 1 (Update 2)

Judul : Sistem Peringkas Berita Berbasis Android

BAB II
LANDASAN TEORI


2.1      Summarization
               Menurut Dallianis, Peringkasan Otomatis (Automatic Summari) adalah penyusunan sebuah ringkasan teks atau dokumen dengan memanfaatkan aplikasi yang berjalan di komputer. Sebuah sitem peringkas diberikan inputan berupa teks, kemudian diringkas, dan menghasilkan output teks yang lebih singkat dari teks aslinya.  Hasil ringkasan tersebut berupa poin - poin penting yang terdapat pada sebuah teks (Dalianis, 2005).



2.1.1  Karakteristik Peringkasan Teks
              Terdapat dua pendekatan pada peringkasan teks, yaitu ekstraksi (shallower approaches) dan abstraksi (deeper approaches). Pada teknik ekstraksi, sistem menyalin unit-unit teks yang dianggap paling penting atau paling informatif dari teks sumber menjadi ringkasan. Unit-unit teks yang disalin dapat berupa klausa utama, kalimat utama, atau paragraf utama. Sedangkan teknik abstraksi melibatkan parafrase dari teks sumber. Teknik abstraksi mengambil intisari dari teks sumber, kemudian membuat ringkasan dengan menciptakan kalimat-kalimat baru yang merepresentasikan intisari teks sumber dalam bentuk berbeda dengan kalimat-kalimat pada teks sumber. Pada umumnya, abstraksi dapat meringkas teks lebih kuat daripada ekstraksi, tetapi sistemnya lebih sulit dikembangkan karena mengaplikasikan teknologi natural language generation yang merupakan bahasan yang dikembangkan tersendiri.

               Berdasarkan jumlah sumbernya, sebuah ringkasan dapat dihasilkan dari satu sumber (single-document) atau dari banyak sumber (multi-document). Peringkasan single-document masukannya berupa sebuah teks dan keluarannya berupa sebuah teks baru yang lebih singkat. Pada peringkasan multi-document, masukan adalah beberapa dokumen teks yang memiliki tema sama, biasanya sudah ada dalam satu klaster kemudian akan dihasilkan keluaran berupa sebuah teks yang lebih singkat yang merangkum informasi-informasi utama pada klaster masukan (Mihalcea & Radev, 2011)
2.1.2  Metode Summarization
          Menurut Mihalcea dan Radev, metode yang paling tepat untuk memperlihatkan kesamaan paragraf dengan paragraf lainnya pada sebuah artikel yaitu dengan refresentasi graph, dengan menerapkan algoritma graph dapat mengidentifikasi elemen yang penting pada sebuah paragraf (Mihalcea & Radev, 2011).   Gambar 2.1 memperlihatkan 11 kalamat dari sebelas sumber berita.


Gambar 2.1. 11 Kalimat dari beberapa sumber berita

(Sumber : (Mihalcea & Radev, 2011) )






                Dengan matriks cosinus semua kalimat diatas bisa di perlihatkan kesamaannya, matriks cosinus diperlihatkan pada gambar 2.2.
 Gambar 2.2. Matriks Cosinus memperlihatkan kesamaan dari 11 kalimat
(Sumber : (Mihalcea & Radev, 2011))
2.2.    Unified Modeling Language (UML)
          Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa pemodelan visual yang digunakan untuk menspesifikasikan, memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan rancangan dari suatu sistem perangkat lunak (Akil, 2013).
    Pada  tahun  1995,  terdapat  3  pemimpin  industri  besar  bersama-sama menciptakan  sebuah  pendekatan  tunggal  terhadap  metode  pengembangan  berorientasi  objek.  Grady  Booch,  Ivar  Jacobson,  dan  James Rumbaugh  bersama yang lainnya menciptakan satu set standar pembuatan diagram bernama  Unified Modeling  Language  (UML).  Tujuan  dari  UML  adalah  untuk  menyediakan kosakata  umum  berorientasi  objek  dan  merupakan  teknik diagram  yang  cukup kaya untuk semua model pengembangan sebuah sistem mulai dari analisis hingga implementasi (Dennis, Wixom, & David, 2004).
         Pada UML terdiri  dari beberapa struktur diagram dan diagram perilaku seperti use case diagram, sequence diagram. Adapun penjelasan mengenai diagram – diagram tersebut adalah sebagai berikut :
2.2.1  Use Cases Diagram
          Use case diagram memungkinan seorang sistem analis untuk memodelkan interaksi suatu informasi sistem dan lingkungannya. Lingkungan dari suatu sistem informasi  mencakup  pengguna  akhir  dan  sistem  eksternal  yang  berin teraksi dengan sistem informasi. Keutamaan penggunaan diagram use case adalah untuk menyediakan  sarana  untuk  mendokumentasikan  dan  memahami  kebutuhan dari sistem informasi  yang sedang dikembangkan  (Dennis, Wixom, & David, 2004).

             Komponen – komponen yang terlibat dalam use case diagram, yaitu :



1. Actor
   Dalam use case, sesuatu diluar sistem yang berinteraksi dengan sistem disebut actor. Actor class digunakan untuk memodelkan dan menyatakan peran untuk user dari sistem termasuk manusia dan sistem lain. Actor sebaiknya diberi nama menggunakan kata benda. Lambang actor dapat dilihat pada gambar 2.3.

Gambar 2.3 Lambang Actor
Sumber : (Dharwiyanti, 2003)



 
1     2.  Use Case
    Use Case adalah suatu teknik untuk menangkap kebutuhan fungsional Sistem (Martin, 2004).   Use Case menggambarkan interaksi khas antara pengguna Sistem dan Sistem itu sendiri, memberikan gambaran tentang bagaimana sistem yang digunakan (Martin, 2004).
Karakteristik use case (Dharwiyanti, 2003):
-   Use case adalah interaksi atau dialog antara sistem dan actor, termasuk  pertukaran pesan dan tindakan yang dilakukan oleh sistem.
-       Use case diprakarsai oleh actor dan mungkin melibatkan peran     actor lain.
-     Use case bisa memiliki perluasan yang mendefinisan tindakan khusus dalam interaksi atau use case lain mungkin disisipkan.
Use case dilambangkan dengan elips dan diberi nama di dalam atau di bawahnya.  Seperti terlihat pada gambar 2.4.


Gambar 2.4 Use Case
         Sumber : (Dharwiyanti, 2003)


-      Use case bisa memiliki perluasan yang mendefinisan tindakan khusus dalam interaksi atau use case lain mungkin disisipkan.


3. Komunikasi
Garis yang menghubungkan antara Aktor dan use case untuk memperlihatkan peran actor terhadap use case tersebut. Tujuan dari komunikasi adalah menperlihatkan keterlibatan actor terhadap use case, tidak untuk secara tidak langsung menyatakan pertukaran informasi dalam arah tertentu atau actor memulai use case. 
<<include>>
Kita dapat menambahkan use case baru yang dapat digunakan oleh kedua use case lain.  Hubungan <<include>> mendeklaraasikan bahwa use case - use case penunjuk memakai secara penuh semua langkah dalam use case yang dimasukkan.  Notasi <<include>> dapat di lihat pada Gambar 2.5

Gambar 2.5 Notasi <<include>>  
Sumber : (Dharwiyanti, 2003).
<<extend>>  
Pemakaiannya sama seperti <<include>> hanya saja untuk extend bersifat optional dan tergantung keputusan saat runtime atau saat penerapan sistem.  Notasi <<extend>> dapat di lihat pada Gambar 2.6.

Gambar 2.6 Notasi <<extend>>
Sumber : (Dharwiyanti, 2003)
2.2.2  Class Diagram

        Class diagram adalah sebuah model statis  yang menunjukkan kelas-kelas dan hubungan antar  kelas  yang tetap konstan dalam sebuah  sistem dari waktu ke waktu. Diagram kelas menggambarkan kelas  yang mencakup perilaku dan sebuah pernyataan  dalam  hubungan  antar  kelas.  Adapun  elemen-elemen  dari  class diagram adalah sebagai berikut (Dennis, Wixom, & David, 2004) :


Asosiasi Class Diagram (Dennis, Wixom, & David, 2004) :


2.2.3  Sequence Diagram

           Sequence  diagram  merupakan  model  dinamis  yang menunjukkan  urutan  eksplisit  sebuah  pesan  yang  melewati  antar  objek  dalam interaksi  yang  didefinisikan.  Adapun  elemen-elemen  dari  sequence  diagram adalah sebagai berikut ( Dennis, Wixom, & David, 2004) :
Tabel 2.1 Sequence Diagram
Sumber : ( Dennis, Wixom, & David, 2004)
 


Contoh pembuatan Sequence Diagram  terdapat pada Gambar 2.7.




Gambar 2.7 Contoh Sequence Diagram untuk pendataan barang
Sumber: (Hermawan, 2013)




Daftar Pustaka


Dalianis, H. 2005. To Search and Summarize on Internet with Human Language Technology,

Mihalcea, R., & Radev, D. (2011). Graph-Based Natural Language Processing and Information Retrieval. United States: CAMBRIDGE UNIVERSITY PRESS.



Dharwiyanti, S. (2003). Pengantar Unified Modeling Languange (UML). Retrieved from Ilmukomputer.com.

Martin, F. (2004). UML Distilled Third Edition. Boston: Pearson Education, Inc.

Dennis, A., Wixom, B. H., & D. T. (2004). Systems Analysis and Design with UML Version 2.0: An Object-Oriented Approach, 2nd Edition. Wiley.
 
Akil, I. (2013). Understanding OOP & UML. STMIK Nusa Mandiri . Jakarta: STMIK Nusa Mandiri .

Hermawan, K. (2013). Pengenalan Software Pemodelan OOP . Dipetik
April, 2014, dari Mari Belajar Bersama:
http://her5wan.blogspot.com/2013/06/pengenalan-software-pemodelan-oo.html 
 

Comments

  1. Coba dijelaskan cara menghitung nilai Jarak Cosinus antara dua dokumen dalam posting di atas. Misalnya, antara dokumen 1 dan dokumen 2, kenapa nilai Cosinus-nya 0.45?

    ReplyDelete
  2. Iya pak nanti di kelas saya coba jawab, terimakasih sudah memberi komentar pak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

TUGAS AKHIR 1 : BAB 1 PENDAHULUAN & BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1            Latar Belakang            Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat terutama di bidang mobile.   Dengan semakin berkembangnya teknologi mobile, kebutuhan untuk mendapatkan sebuah informasi terutama artikel berita akan lebih mudah dan cepat, karena teknologi internet kini berada dalam genggaman.   Pada umumnya orang – orang lebih memilih membaca sebuah ringkasan artikel dari pada keseluruhan artikel.   Ringkasan dapat membantu seseorang untuk menentukan apakah akan membaca keseluruhan teks tersebut atau tidak.   Ringkasan dari sebuah artikel juga lebih diminati   karena isinya lebih pendek tetapi mengandung informasi penting yang terdapat pada sebuah artikel.   Dengan ringkasan teks pembaca akan lebih menghemat waktu (Hovy, 2001).

Algoritma LexRank

note : sebelumnya tugas akhir saya yaitu meringkas sebuah dokumen berita dengan menggunakan Algoritma HITS, setelah dipikir - pikir Algoritma nya akan di ganti menjadi Algoritma LexRank karena materi yang terkait lebih banyak. :D

Skema Alur Sistem Peringkasan